Bakaran Kulon, 26 September 2026 — Aula Balai Desa Bakaran Kulon digunakan untuk kegiatan peringatan hari jadi Koin LAZISNU Desa Bakaran Kulon yang pertama, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat gerakan infak masyarakat melalui program Koin NU.
Program Koin NU yang diusung oleh LAZISNU Desa Bakaran Kulon dilakukan melalui gerakan satu kaleng infak NU untuk setiap rumah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan kebebasan untuk mengisi kaleng infak sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing tanpa adanya paksaan mengenai nominal yang harus diberikan.
Koin NU LAZISNU Desa Bakaran Kulon juga terus bersinergi dengan Pemerintah Desa Bakaran Kulon dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dana yang terkumpul dari gerakan tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, di antaranya melalui layanan ambulans emergency serta santunan kematian bagi warga Desa Bakaran Kulon.
Keberadaan program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat. Dengan adanya dukungan dari Koin NU, warga yang membutuhkan layanan ambulans emergency maupun santunan kematian tidak lagi harus mengeluarkan biaya secara mandiri untuk kebutuhan tersebut sesuai dengan ketentuan program yang berlaku. Tidak hanya itu, koin NU ini juga turut memberikan santunan pendidikan berupa kegiatan TPQ.
Bagi masyarakat Desa Bakaran Kulon, gerakan Koin NU tidak hanya menjadi kegiatan pengumpulan infak, tetapi juga menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Infak yang diberikan secara sukarela dari rumah-rumah warga kemudian dihimpun dan dikembalikan dalam bentuk manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Peringatan satu tahun Koin LAZISNU Desa Bakaran Kulon diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara LAZISNU, Pemerintah Desa Bakaran Kulon, dan seluruh masyarakat dalam mengembangkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga.
Pemerintah Desa Bakaran Kulon mendukung keberlanjutan gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian, kebersamaan, dan kemandirian sosial masyarakat desa.